Blog

Seperti Ini Cara Penularan Cacar Air Yang Jarang Diketahui

Tahukah anda bahwa cacar air memiliki sistem penularan cacar air yang terbilang cukup cepat karena penyebabnya sendiri, yaitu infeksi virus akut yang disebut dengan varicella zoster. Untuk jenis virus yang satu ini biasanya akan dengan mudah menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Meskipun setelah terkena cacar air mereka bisa mengembangkan sistem kekebalan tubuh, virus yang menyerang bisa saja menetap di dalam tubuh dan secara tiba-tiba muncul lalu menyerang kembali sebagai penyakit herpes zoster atau biasa dikenal dengan nama herpes kulit.

Pada mulanya orang yang terkena cacar air biasanya akan merasakan demam yang diikuti oleh gatal-gatal yang dirasakan pada bagian kulit yang pertama kali terkena cacar dan ditandai dengan munculnya gelembung pada titik datar tersebut. Setelah itu, gelembung yang muncul akan terus berlanjut dalam kurun waktu 3-4 hari lamanya. Lalu langsung mengering dan menyebabkan bekas berupa kudis. Kondisi ini biasanya akan pulih kembali dalam waktu sekitar 2-4 minggu lamanya. Biasanya orang yang sudah menerima vaksinasi akan tetap terkena cacar air atau sering disebut sebagai penyakit terobosan. Yang mana tanda-tanda yang diberikan tidak seperti cacar air pada umumnya. Dimana tanda yang diberikan biasanya berupa lesi kecil ataupun bercak merah yang biasanya maculopapular baik tanpa gelembung ataupun dengan gelembung di titik datarnya. Pada kondisi ini biasanya penderita sering tidak menyadarinya, karena gejala yang ditimbulkan cukup ringan dan tidak khas.

READ  Jangan Bingung Lagi, Inilah Ciri-Ciri Kosmetik yang Aman

Hampir semua jenis penyakit kulit memiliki cara penularan yang sama yaitu melalui percikan ludah ataupun udara yang ada. Penularan cacar air ini bisa bersifat langsung dan tidak langsung. Biasanya penularan ini berhubungan dengan gelembung dan juga selaput lendir dari seseorang yang sebelumnya terkena cacar air. Setelah kita mendapatkan penularan melalui udara atau ludah kita akan mengalami masa inkubasi. Yang mana biasanya masa inkubasi ini bisa berlangsung salama hampir 10-21 hari, namun umumnya hanya sekitar 14-16 hari lamanya. Setelah masa inkubasi selesai, mulailah masa infeksi. Yang mana biasanya ditandai dengan adanya bercak-bercak merah yang menggelembung dan meninggalkan bekas. Pada periode inilah tingkat penularan semakin meningkat. Maka dari itu anda harus berhati-hati dan kalau bisa jangan membuat kontak secara langsung dengan penderitanya. Sekuat-kuatnya sistem kekebalan tubuh yang anda miliki. Masih bisa ditembus oleh virus cacar air ini.

READ  Mengenal Cara Penanganan Infeksi Kulit Yang Perlu Anda Ketahui

Selain penularan dalam bentuk penyakit yang sama. Biasanya cacar air akan menyebabkan komplikasi bagi penderitanya. Akan terjadi sebuah infeksi bakteri sekunder yang menyerang bekas luka yang ada di titik dasar tersebut. Dan biasanya orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan mengalami komplikasi yang sangat berbahaya. Apalagi bagi wanita hamil, biasanya rentan akan komplikasi parah seperti halnya radang otak ataupun radang paru-paru. Bahkan sangat berbahaya pula bagi bayinya yang baru lahir, karena komplikasi bisa diturunkan kepada bayi seperti cacat bawaan bahkan bisa menyebabkan kematian pada si bayi.

Penanganan yang diperlukan bagi anda yang memiliki cacar air adalah dengen mengkonsultasikannya kepada dokter. Agar anda bisa mengatasi kondisi cacar air yang anda dapatkan dan meringankan segala gejala yang muncul, anda bisa mengatasinya dengan mengkonsumsi obat yang telah dianjurkan oleh dokter. Dengan istirahat serta mengkonsumsi air putih yang cukup bisa membantu anda menurunkan demam yang anda dapatkan. Semoga dengan informasi ini anda bisa lebih waspada terhadap penularan cacar air yang bisa datang dari mana saja.

READ  Mengenali Penyebab Cacar Air Sejak Dini

Sumber :

www.honestdocs.id

 

 

 

You may also like...